Monday, October 29, 2012

Contoh Kasus : Kasus Penyebaran Virus Worm


Menurut perusahaan software antivirus, worm Randex menyebar dengan cara mendobrak sistem komputer yang tidak terproteksi dengan baik. Randex menyebar pada jaringan LAN (local area networks), dan mengeksploitasi komputer bersistem operasi Windows. Menurut perusahaan anti-virus, F-Secure, komputer yang rentan terhadap serangan worm ini adalah komputer-komputer yang menggunakan password yang mudah ditebak. Biasanya hacker jahat menggunakan daftar terprogram untuk melancarkan aksinya.

Begitu menginfeksi, worm akan merubah konfigurasi Windows sehingga worm ini langsung beraksi begitu Windows aktif. Worm ini juga menginstal backdoor pada komputer yang disusupinya. Dengan backdoor ini, pembuat worm berkesempatan mengendalikan komputer dari jarak jauh, menggunakan perintah-perintah yang dikirim melalui kanal di IRC (internet relay chat), ungkap penjelasan dari F-Secure.

Jebakan Twitter App.


Berawal dari penasaran akan gameplay & interaksi aplikasinya (plus harapan iseng2 berhadiah juga tentunya), sekitar seminggu yang lalu saya mendaftar quiz Nokia Eksismeter. Konsepnya sih menarik, memanfaatkan statistik aktifitas social media kita (facebook, twitter, messenger dll.) untuk menentukan nilai dan level keaktifan kita di social media, tapi keasyikan berhenti begitu tadi pagi….




Twitter App. C3 Eksismeter tiba-tiba posting lewat account saya dengan seenaknya!

(Thanks to Aulia Masna for the screenshot)

Ok, saat menginstall twitter App. kita diberi opsi untuk memberi keleluasaan si aplikasi mengambil atau memanfaatkan kontrol account kita. Tapi saya mengira aksinya bakal “sopan” seperti aplikasi Twitter komersial yang selama ini pernah saya ikuti, 1-2 posting sekedar promo link… bukan 8 postingan berturut-turut dengan gaya bahasa yang “iklan” banget. Tapi kan mention ke diri sendiri? Ya tetep aja follower saya bisa baca juga! Alhasil timeline saya seakan-akan berisi spam.

Saat postingan ini ditulis, si Twitter App. sudah langsung saya Revoke Access-nya. Campaign yang sebenarnya sudah cukup manis dan menarik langsung saya benci karena eksploitasi izin akses Twitter App. yang kelewat batas. Pelajaran yang didapat: lebih berhati-hatilah dalam memberi hak akses ke 3rd Party Application, entah itu di Twitter atau Facebook.