Monday, November 5, 2012

Sudah Terjaminkah Privasi di Internet???

Akhir-akhir ini, dunia sedang heboh akibat ulah situs WikiLeaks yang memuat berbagai informasi diplomatik Amerika Serikat di seluruh dunia. Tentu saja informasi-informasi diplomatik dari Kedubes dan Konsjen AS itu bersifat rahasia bahkan sangat rahasia sesuai dengan levelnya. Saya sendiri tidak tahu apa motivasi WikiLeaks membeberkan rahasia diplomatik itu. Yang pasti, pemerintah AS kalang-kabut oleh ulah WikiLeaks itu dan tentu saja mereka ingin mencari tahu, darimana WikiLeaks mendapatkan informasi-informasi rahasia itu.
Di Indonesia pun, pelanggaran privasi pernah atau mungkin sering terjadi. Kita tentu masih ingat dengan beredarnya Video Mesum yang diduga Ariel Peterpan dengan beberapa wanita yang diduga Luna Maya dan Cut Tari di internet beberapa waktu yang lampau. Mengingat Ariel dan pasangan-pasangannya dalam video tersebut adalah publik  figur, maka tak ayal video mesum tersebut menggemparkan publik Indonesia, terutama orang-orang yang ngefans dengan mereka. Mungkin karena penasaran, banyak orang ramai-ramai mencari video tersebut di internet untuk diunduh.
Sebagaimana kita ketahui, internet adalah jaringan komputer global yang menghubungkan orang di berbagai belahan bumi untuk berbagi informasi dan data melaui komputer. Dalam jangka waktu yang sangat singkat, sebuah informasi atau data akan menyebar ke seluruh jaringan yang terakses internet. Apapun yang terjadi di suatu belahan bumi, dalam hitungan detik akan menyebar ke seluruh dunia.
Apa yang dilakukan Wikileaks dalam menyebarkan informasi-informasi rahasia diplomatik AS dan beredarnya Video mesum Ariel Peterpan adalah sebagian kecil dari contoh pelanggaran terhadap suatu kerahasiaan dan privasi di internet. Lepas dari apapun motivasi dan kepentingannya, kejadian itu tetaplah sebuah pelanggaran. Tentu banyak pendapat dan komentar tentang pembongkaran rahasia ataupun privasi di internet. Ada yang mendukung dan ada pula yang menentang.
Selain pembongkaran rahasia dan pelanggaran privasi, di internet juga sering terjadi pemanfaatan data-data pribadi, terutama oleh situs-situs jejaring sosial untuk kepentingan komersial mereka. Ketika membuat account di situs-situs jejaring sosial itu kita dengan sukarela memasukkan data-data pribadi kita dengan maksud agar identitas pribadi kita diketahui oleh orang yang ingin berinteraksi kita di situs jejaring sosial. Namun tentu kita tidak pernah tahu bahwa data-data pribadi tersebut juga dimanfaatkan oleh pengelola situs jejaring tersebut untuk kepentingan komersial. Hal ini, biasa juga terjadi pada situs-situs bisnis internet yang biasanya memanfaatkan email dan nomer telpon untuk kegiatan marketing mereka. Apakah ini sebuah pelanggaran privasi juga? Entahlah, tergantung bagaimana kita menyikapinya.
Dari contoh-contoh kasus diatas, yang menjadi pertanyaan saya adalah mungkinkah dimasa depan kerahasiaan ataupun privasi akan terjamin terutama di dunia internet? Lalu, apa solusi untuk menimalisir pelanggaran kerahasiaan dan privasi di internet?

Monday, October 29, 2012

Contoh Kasus : Kasus Penyebaran Virus Worm


Menurut perusahaan software antivirus, worm Randex menyebar dengan cara mendobrak sistem komputer yang tidak terproteksi dengan baik. Randex menyebar pada jaringan LAN (local area networks), dan mengeksploitasi komputer bersistem operasi Windows. Menurut perusahaan anti-virus, F-Secure, komputer yang rentan terhadap serangan worm ini adalah komputer-komputer yang menggunakan password yang mudah ditebak. Biasanya hacker jahat menggunakan daftar terprogram untuk melancarkan aksinya.

Begitu menginfeksi, worm akan merubah konfigurasi Windows sehingga worm ini langsung beraksi begitu Windows aktif. Worm ini juga menginstal backdoor pada komputer yang disusupinya. Dengan backdoor ini, pembuat worm berkesempatan mengendalikan komputer dari jarak jauh, menggunakan perintah-perintah yang dikirim melalui kanal di IRC (internet relay chat), ungkap penjelasan dari F-Secure.

Jebakan Twitter App.


Berawal dari penasaran akan gameplay & interaksi aplikasinya (plus harapan iseng2 berhadiah juga tentunya), sekitar seminggu yang lalu saya mendaftar quiz Nokia Eksismeter. Konsepnya sih menarik, memanfaatkan statistik aktifitas social media kita (facebook, twitter, messenger dll.) untuk menentukan nilai dan level keaktifan kita di social media, tapi keasyikan berhenti begitu tadi pagi….




Twitter App. C3 Eksismeter tiba-tiba posting lewat account saya dengan seenaknya!

(Thanks to Aulia Masna for the screenshot)

Ok, saat menginstall twitter App. kita diberi opsi untuk memberi keleluasaan si aplikasi mengambil atau memanfaatkan kontrol account kita. Tapi saya mengira aksinya bakal “sopan” seperti aplikasi Twitter komersial yang selama ini pernah saya ikuti, 1-2 posting sekedar promo link… bukan 8 postingan berturut-turut dengan gaya bahasa yang “iklan” banget. Tapi kan mention ke diri sendiri? Ya tetep aja follower saya bisa baca juga! Alhasil timeline saya seakan-akan berisi spam.

Saat postingan ini ditulis, si Twitter App. sudah langsung saya Revoke Access-nya. Campaign yang sebenarnya sudah cukup manis dan menarik langsung saya benci karena eksploitasi izin akses Twitter App. yang kelewat batas. Pelajaran yang didapat: lebih berhati-hatilah dalam memberi hak akses ke 3rd Party Application, entah itu di Twitter atau Facebook.