Di Indonesia pun,
pelanggaran privasi pernah atau mungkin sering terjadi. Kita tentu masih ingat
dengan beredarnya Video Mesum yang diduga Ariel Peterpan dengan beberapa wanita
yang diduga Luna Maya dan Cut Tari di internet beberapa waktu yang lampau. Mengingat Ariel dan pasangan-pasangannya dalam video tersebut adalah publik figur, maka tak ayal video mesum tersebut
menggemparkan publik Indonesia, terutama orang-orang yang ngefans dengan
mereka. Mungkin karena penasaran, banyak orang ramai-ramai mencari video
tersebut di internet untuk diunduh.
Sebagaimana kita ketahui,
internet adalah jaringan komputer global yang menghubungkan orang di berbagai
belahan bumi untuk berbagi informasi dan data melaui komputer. Dalam jangka
waktu yang sangat singkat, sebuah informasi atau data akan menyebar ke seluruh
jaringan yang terakses internet. Apapun yang terjadi di suatu belahan bumi,
dalam hitungan detik akan menyebar ke seluruh dunia.
Apa yang dilakukan
Wikileaks dalam menyebarkan informasi-informasi rahasia diplomatik AS dan
beredarnya Video mesum Ariel Peterpan adalah sebagian kecil dari contoh
pelanggaran terhadap suatu kerahasiaan dan privasi di internet. Lepas dari
apapun motivasi dan kepentingannya, kejadian itu tetaplah sebuah pelanggaran.
Tentu banyak pendapat dan komentar tentang pembongkaran rahasia ataupun privasi
di internet. Ada yang mendukung dan ada pula yang menentang.
Selain pembongkaran rahasia
dan pelanggaran privasi, di internet juga sering terjadi pemanfaatan data-data
pribadi, terutama oleh situs-situs jejaring sosial untuk kepentingan komersial
mereka. Ketika membuat account di situs-situs jejaring sosial itu kita dengan
sukarela memasukkan data-data pribadi kita dengan maksud agar identitas pribadi
kita diketahui oleh orang yang ingin berinteraksi kita di situs jejaring
sosial. Namun tentu kita tidak pernah tahu bahwa data-data pribadi tersebut
juga dimanfaatkan oleh pengelola situs jejaring tersebut untuk kepentingan
komersial. Hal ini, biasa juga terjadi pada situs-situs bisnis internet yang
biasanya memanfaatkan email dan nomer telpon untuk kegiatan marketing mereka.
Apakah ini sebuah pelanggaran privasi juga? Entahlah, tergantung bagaimana kita
menyikapinya.
Dari contoh-contoh
kasus diatas, yang menjadi pertanyaan saya adalah mungkinkah dimasa depan
kerahasiaan ataupun privasi akan terjamin terutama di dunia internet? Lalu, apa
solusi untuk menimalisir pelanggaran kerahasiaan dan privasi di internet?

No comments:
Post a Comment